"Ogaaaaahhh! Laki-laki donk yang kasih perempuan!"
Hehehe... Ternyata memang kebiasaan di Jepang berbeda dengan Indonesia atau sebagian besar negara lain yang pernah saya dengar. Saya terheran-heran dan mereka-reka alasannya. Apa karena lelaki Jepang sering malu untuk menyatakan cinta kepada wanita sehingga si wanitalah yang 'terpaksa' menyatakan terlebih dahulu melalui sekotak coklat di hari Valentine? Lalu sang lelaki menanggapi pernyataan cinta tersebut pada White Day yang jatuh 1 bulan kemudian, 14 Maret. Ini artinya si wanita bisa saja menunggu 1 bulan untuk mengetahui cintanya diterima atau ditolak?? Ohh... buat saya ini sungguh menyedihkan.
Buat lelaki Jepang, cinta-cintaan adalah hal cengeng dan mungkin tidak lebih penting dibanding pekerjaan? Haha.. apa sih... みかんちゃん ngarang! Entahlah, untungnya 'kekakuan Jepang' suamiku sudah lumayan meluntur dan lebih meng-Indonesia, dalam hal cinta-cintaan tentunya ^ ^. Thank God!!
So anyway, akhirnya saya menyerah pada rasa gengsi dan sudah menyiapkan sepaket coklat Valentine yang dihias cantik untuk suamiku. Sederhana, tapi buatan sendiri, penuh dengan cinta padanya.... Hahaha..
H-14 cari-cari resep coklat di majalah, internet, buku resep.
H-7 belanja bahan-bahan.
H-5 Widya teman Indonesua yang tinggal di Tokyo berbagi resep coklat truffle dari program TV
H-3 percobaan. Sukses.
H-2 production.
H-1 packing & wrapping.
ahhh tomorrow is D day! Lumayan nervous... aneh sekali, udah kayak percintaan ABG(*^_^*).
Resep my Valentine's Chocolate bisa dilihat disini.


