Sunday, August 14, 2011

*ME TIME*

Kalau lagi capek, rasanya ingin sekali pergi ke cafe baca buku sambil minum kopi sendiri saja, seperti dahulu kala, waktu masih single maksudnya, hihi (^_^). Hari ini suami libur dan kasih kesempatan saya pergi sendiri, dia bersedia menjaga Kirara di rumah. Kesempatan untuk bersantai sudah datang, tapi berat sekali rasanya pergi meninggalkan Kirara, meskipun dia pasti aman bersama otousannya. "Kalau cuma mau baca buku, di rumah juga bisa kan.. Nggak perlu ganti baju dan berdandan, baca sambil guling-gulingan di samping Kirara juga bisa.. Mau minum kopi ada, teh ada, cocoa ada, juice ada, cemilan manis ada, asin ada, semua cukup koq. Lalu kenapa harus pergi ke cafe untuk beli ya?", berfikir seperti itu akhirnya saya tidak berangkat.... Judulnya 'nggak bisa ninggalin anak', 'malas dandan' atau 'pelit'? Hehehe.. Tiga-tiganya kali yaa.... 

Friday, June 17, 2011

*HASIL KARYA BAYIKU*

Ini dia, lukisan pertama Kirara:

Sebenarnya dia sudah mengerjakan ini dari minggu kemarin, tapi hari ini, 17 Juni 2011 saya putuskan dia sudah selesai mengerjakannya^_^. Hari ini Kirara berusia 1 tahun 2.5 bulan.


Tuesday, June 7, 2011

*CIHUY*

Cihuy. Hari ini leha-leha luar biasa (lebay, padahal tetep aja beres-beres rumah). Hari ini jadwal sarapan roti dengan selai dan krim (di rumah kami, menu sarapan tuh berselang-seling antara nasi dan roti, rotinya juga berselang-seling manis dan asin), jadi begitu bangun cuma potong roti, taruh di toaster, bikin kopi, kelar. Syukurnya sisa makanan semalam juga banyak bersisa, jadi untuk obento suami tinggal panasin pakai microwave, masuk-masukin ke kotak makanan, kelar. Bangun pagi paling bahagia tuh kalau rumah udah bersih, dan butek banget kalau udah kesiangan eh ada cucian piring semalem belum dicuci, karena si Jeruk paling gak bisa mulai masak kalau di bak cucian piring ada yang kudu dicuci. Ganjel aja. Tadi pagi rumah juga udah beres..... seneng. Lantai udah kinclong. Cucian udah diberesin semua kemarin mumpung cuaca cerah. Jadi hari ini bisa fokus nemenin Kirara main.

Semakin cihuy karena malem juga gak perlu masak. Uuuuuh senangnyaa... Hari ini kita bertiga makan di luar karena Taacha (panggilannya Kirara buat otousan-nya) mau traktir yakiniku.

Lebih seneng lagi ketika sampai di restoran, sambil nunggu pesanan keluar, Kirara mau makan bentonya sampai habisss. Cihuy. Tumbeeeeen cepet, akhir-akhir ini tuh susah banget makannya. Mungkin karena suasananya ganti dia jadi semangat makan. Sedih banget kalau udah mikir sampe kepala berkerut makanan apa yang kira-kira dia mau makan, lalu masak berlama-lama untuk akhirnya dibuang. Tapi saya punya strategi sih kalau dia mulai malas makan. Senjata ampuh adalah strawberry. Kirara suka banget makan strawberry, jadi kalau lagi mogok makan, saya taruh strawberry di nasinya, hehehe... Begitu dia "uh" (buang muka), saya rayu, "Kirara, lihat ini ichigo gohan, ada stroberinya tuh, aaaaaa??" Eh dimakan deh nasinya sampai (strawberry-nya) habis, hihihi... Hari ini juga bawa strawberry, tapi kali ini bisa dimakan sebagai dessert. Cihuy kan, Kirara?

Begitu Kirara selesai makan dan saya baruuu aja mau mulai makan, eh Kirara mulai rewel. Hu hu hu.. Untungnya suamiku yang baik hati terus manggangin dagingnya dan taruhin di piringku, jadi begitu ada kesempatan saya tinggal makan aja. Cihuy! Tapi tetep aja gak bisa makan dengan tenang karena Kirara mau pegang segala macem dan ngotot mau makan pakai sumpit. Waktu saya tawarin sendok dan garpunya, dia bilang "Nainai! Nainai!", (Iranai= gak perlu) huff.. Punya batita tuh berasa harus punya mata lalat dan tangan gurita ya... , begitu sumpitnya mau nyolok muka, setttt langsung ditangkep sembari tangan yang lain bisa makan gitu, hehe. Emang udah nasib lah.. Sampai Kirara besar dan lebih ngerti, jangan harap bisa menikmati makanan hangat-hangat dan makan pelan-pelan. Mungkin emang ada hikmahnya, biar gak makan banyak dan stay in shape. Hihi.


Thursday, March 31, 2011

*BAYIKU FIRST BIRTHDAY*

Halo, Hello, Aloha, Konnichiwa!

Cepat sekali waktu berjalan, tidak terasa musim sudah berganti menjadi musim semi (lagi!!). Sudah berapa lama Si Jeruk ini kutinggalkan. Sebenarnya banyak yang ingin saya tulis, tapi semua hanya sampai di niat saja. Sambil menyusui bayiku, sambil memasak, sambil mengerjakan pekerjaan rumah - yaaaaaang tiaaaadaaa habisnyaaaa (*menghapus keringat*), ide-ide tulisan berjalan di kepala, tapi ya sampai disitu saja. Foto-foto terkumpul, tapi akhirnya hanya bertumpuk terbengkalai karena cerita-ceritanya sudah keburu basi, hihihi. Tapi hari ini saya ingin berceloteh.

Di cuaca yang mulai hangat ini, Kirara merayakan ulang tahun pertamanya. Bayiku itu kemarin ulang tahun!! Satu tahun koq rasanya seperti seminggu ya... Cepat sekali!!

Karena ini ulang tahun pertama, kami ingin merayakan bertiga saja. Berdoa bersama, makan bersama, merenungi peristiwa bersejarah dalam kehidupan keluarga kami setahun yang lalu. Buat saya dan suami, satu tahun menjadi orang tua benar-benar pengalaman berarti. Satu tahun melihat perkembangan bayi kami, yang bisa kami ucapkan hanya "terima kasih Tuhan!!!", sungguh, sungguh, sungguh ini semua hanyalah berkat yang luar biasa. 

Hari ulang tahun pertama Kirara berarti juga memperingati pengalaman melahirkan pertama kali. Pengalaman yang tidak terlupakan dan amat membanggakan buat saya (hihihi, boleh donk ya). Kalau waktu mau melahirkan orang bilang, "Tenang saja, semua wanita mengalaminya sejak bumi ini dijadikan, jadi kamu pasti bisa", ha ha ha hahhhhh... no! no! no! Kalimat itu seolah-olah menggambarkan bayi itu cuma 'mrucut' keluar begitu saja (Tidak mengurangi terima kasih saya pada orang-orang yang mengatakannya karena beliau-beliau itu pastinya ingin memberikan semangat). Padahaaaal, bokkk... buat saya, melahirkan itu rasanya seperti.... *speechless*. Tidak terbayang oleh si jeruk ini, bisa melakukan persalinan normal, menyusui dan mengurus bayi seorang diri dari a sampai z. Kalau saja saya masih bekerja di Jakarta, mungkin saja saja ambil jalan pintas operasi? suntik anti sakit? Eh koq jadi bahas melahirkan lagi sih ya?? Masih trauma nih ye.. Anak ke-2 sih nanti-nanti dulu lah yaa... kalau saya sudah lupa sakitnya kayak gimana... Hihii (nyengir).

Tanggal 30 Maret 2011 kemarin, saya mengabiskan waktu di rumah, men-service bayiku seperti biasa, hanya saja menu rinyuushoku (makanan pendamping ASI) dibuat agak spesial. Semalam sebelumnya, waktu semua sudah tidur, saya menghias dinding apartemen dengan tulisan "Happy Birthday Kirara". Kami juga sudah menyiapkan kado ulang tahun. Oh ya ada satu hal lagi! Ulang tahun pertama berarti selesailah model rambut gondrong tak keruan bayiku itu, karena memang sesuai niat saya sejak dia lahir untuk tidak menggunting rambut sampai ulang tahun. Jadilah saya hair dresser pertama untuknya, dan dia klien pertama saya, hihihi..

Sejak Kirara mulai makan rinyuushoku, saya sudah terbiasa masak dua jenis, memisahkan masakan buat bayi dan buat orang dewasa. Makanan buat Kirara berusaha saya jaga teksturnya, keseimbangan gizinya, dan rasanya karena dia masih mengunyah dengan gusi dan juga hanya boleh makan makanan yang rasanya tipis sekali dan tidak banyak lemak. Bahkan setiap kali mau makan saya sibuk menimbang-nimbang, berapa gram sumber karbohidrat, sumber vitamin dan mineral, dan sumber protein. Ingin sekali rasanya main kira-kira, tapi saya jadi stress karena takut kurang atau kelebihan, syulit banget deh buat saya yang textbook banget ini, hu hu hu hu... semua diusahakan sesuai dengan buku pedoman, kecapean sendiri akhirnya, padahal apa betul seimbang atau tidak gizinya siapa yang tahu (hmmm... penyakit??). Apalagi bayiku punya alergi dairy product dan putih telur, jadi semua makanan harus dipikirkan untuk tidak menggunakan bahan-bahan yang mengandung alergen!! Karena dia tidak minum susu sapi, juga harus dipikirkan bahan makanan pengganti untuk mencukupi kebutuhan kalsiumnya, oh oh oh. Porsi makan Kirara saat ini setiap kali makan: 80-90 gram nasi lunak, 30-40 gram sayuran, 15-20 gram daging/ ikan atau 40 gram tahu, 20 gram buah.

Menu hari ulang tahun pertama Kirara: 
(siapa tahu bisa memberikan ide untuk anak yg mempunyai alergi sejenis)

Untuk bayi:
Pagi:
  • Pudding pisang dan susu kedelai (pisang, susu kedelai, dicampur sedikit hotcake mix lalu dikukus) dengan saus stroberi (stroberi yg dihaluskan dimasak dengan sedikit gula dan air)
  • Susu kedelai rasa stroberi (susu kedelai campur saus stroberi)
  • Agar-agar jus sayuran


jus sayuran untuk bayi, praktis tinggal pakai 

Siang:
  • Heart shape sasami chikin raisu/ nasi ayam saus tomat dengan mix vegetable
  • Brokoli rebus
  • Wortel dan daikon rebus kaldu ikan (dashi) berbentuk bunga
  • Aibikinikuno hanbaagu/ hamburger steak campuran daging sapi dan babi 
  • Orange juice
  • Buah stroberi dan pisang


Malam:
  • Ohanami tedukami sushi/ Salmon sushi berbentuk bunga
  • Wortel, daikon dan bayam yang direbus dengan kaldu ikan (dashi)
  • Miso sup wakame dan fu
  • Kue ulang tahun (saya buat kuenya dari pancake mix dan susu kedelai saja, dihias dengan whipped cream yang terbuat dari susu kedelai, stroberi, peach dan jeruk.


Orang dewasa:
Malam:
  • Sushi (beli)
  • Tori kara age (ayam goreng tepung)
  • Shitake no osuimono (sup jamur shitake)


Suami saya memberikan kado baby walker anpanman untuk latihan berjalan, saya memberikan kado "first shoes". Kirara baru bisa berjalan sambil pegangan barang-barang disekitarnya, mungkin dalam waktu dekat dia mau jalan sendiri. Kebetulan beberapa waktu lalu saya dapat kesempatan untuk menjadi volunteer pengajar bahasa Indonesia, senang deh rasanya bisa memberi kado dari uang hasil keringat sendiri. Kado-kadonya dibeli di online shop, jadi surprise buat Kirara.


Kirara sepertinya tidak suka nori (mungkin karena baunya), jadi sushi berbentuk bunga yang sudah susah payah saya gulung dan potong-potong itu tidak sedikitpun disentuhnya dan alhasil saya masak kilat udon rebus kesukaannya yang sudah pasti dimakan. Kue ulang tahun juga cuma buah yang tidak terkena cream yang mau dimakannya, lainnya dimakan oleh....?? Saya! Hihihi, dan sisanya diacak-acak sampai hancur. Karena ini hari ulang tahunnya, dan kue itu sudah dipersembahkan untuk bayiku itu, jadi tidak apa-apalah. Lain hari sih jangan yaaa... beresinnya itu loh...., hihihi.

Wah, wah, wah, krim berceceran di atas meja, 
stroberi menggelinding kemana-mana, 
ini hanya bisa terjadi di hari ulang tahun ya ^_^


Wednesday, May 19, 2010

*BABY BLUES*

Kapan sih biasanya orang yang habis melahirkan itu kena sindrom 'baby blues' ?

Saya sih sampai detik ini ~ puji Tuhan ~ santai-santai saja. Apa belum?? Tapi, rasa-rasanya suamiku yang kena baby blues deh. Akhir-akhir ini sensitif sekali bayi besarku itu, heran... Yah, mungkin karena segala sesuatunya sudah berbeda dibandingkan sebelum ada bayi. Jelas saya tidak bisa memperhatikan dia sebanyak dulu. 

Hmmmh.. padahal jauh hari sebelum melahirkan saya sudah bilang padanya, "Kalau setelah ada bayi perhatian saya berkurang, atau saya gampang cranky, harap maklum yaa.. tolong mengerti dan mohon dimaafkan, oke?". Dia bilang, "OKE!". Tapi koq? Dia lupa kali ya.. Atau, melaksanakan "oke" tidak semudah mengucapkannya?

Yaaahh... takes time barangkali ya... Sabar saja lah. Huh. Heh. Hoh.. 

Friday, May 7, 2010

*NEW RELEASE : BAYI-CHAN*

"Suster, saya sudah tidak kuat lagi, tolong.. berikan saya obat penahan sakit, atau suntikan epidural, atau operasi sajalaahhh..."

"Nggak bisa, sudah sampai disini, sudah tanggung, tahan ya sedikit lagi, ayo semangat!"

Begitulah kira-kira cuplikan percakapan saya dengan perawat, malam tanggal 29 Maret 2010, begitu saya mengetahui bahwa setelah menjalani kontraksi selama 24 jam ternyata saya masih stuck di bukaan 5 cm. Seberapa saya berusaha hii-hii-huuuhh mengatur nafas rasanya tidak bisa mengusir rasa sakit. Pikiran saya melayang ke buku-buku panduan persalinan, ke gambar-gambar wanita hamil yang sedang tersenyum sambil memperagakan 'cara ampuh mengatur rasa sakit kontraksi'. Saya merasa ditipu. Bagaimana mungkin si mbak itu bisa tersenyum?? Ibu saya benar, rasa sakit itu tiada duanya. Boro-boro tersenyum, saya hanya sempat mengatur diri saya supaya tetap 'waras'.

Akhirnya, setelah 32 jam didera sakit kontraksi, THANK GOD, saya bisa menyelesaikan semua proses dengan baik. Selasa 30 Maret 2010 (due date plus 3) pukul 4.03 pagi, bayi perempuan yang cantik dan sehat dengan berat 3.292 gram dan panjang 51.5 cm lahir dengan selamat. BAYI-CHAN!!!!

"Hallo bayi-chan! Hallo!!". Tangisnya berhenti, ia mengerjapkan matanya..

... dan saya pun lupa semua rasa sakit itu. BAYIKU!

Terima kasih suamiku, yang sudah berempati dengan rasa sakitku dari awal sampai akhir, dari menyumbang pijat dengan seluruh tenaga, menekan bola tennis di bokong supaya sakitku berkurang, sampai sekuat tenaga mengejan bersama. Terima kasih mama papa yang sudah mendoakan aku dari Jakarta. Terima kasih semua sahabat dan teman yang sudah memberikan semangat. Terima kasih!


Saturday, March 13, 2010

*YAY! KIRIMAN KARE*

Yippieeyy....!! Baru aja dianterin nan & kare sama keluarga Rohana-san (teman kantor suami yang adalah orang Srilanka). Padahal kemarin malam tidak sengaja ketemu di Daiso Yokkaichi, istri Rohana-san langsung menawarkan untuk membuatkan nan & kare pedas. Ternyata bukan basa-basi loh, hari ini langsung diantarkan ke apartemen. Uwihh..  beberapa lembar roti nan yang bau-nya enaaaak sekali & kare ayam pedas. Maksud hati mau memindahkan karenya ke mangkuk, tercium harum kare-nya jadi ingin icip-icip. Seicip dua icip, akhirnya habislah dua lembar roti nan ditemani dua mangkuk kare, hihihihihi. Pedasssss dan enaaaaak banget soalnya! 

Saya belum pernah makan kare yang pedasnya pas seperti itu selama tinggal di Jepang. Pengalaman makan di restoran Nepal pun, pesan kare yang pedas juga tidak sepedas ini. Mungkin mereka takut si tamu kepedasan. Juga pernah coba makan Japanese Curry di Coco Ichiban dengan tingkat pedas 10 (paling tinggi). Hmmh... yang saya dapat koq spicy, kare-nya jadi kental penuh bumbu, pedas sih pedas juga tapi saya jadi ngerasa makan nasi pakai kare roux, gak puas deh! Tapi kare buatan istri Rohana-san ini benar-benar enyaaaaakk.......!! Bahagia deh!!

***

Hari ini habis kontrol kehamilan minggu ke-38. Uhwaaaw... udah 38 minggu aja!!!! Tinggal 2 minggu dari due date! Ohya, masuk minggu-minggu terakhir ini, jadi susah tidur. Posisi apapun rasanya salah dan nggak nyaman karena perut udah gedeee banget. Selain itu, meskipun udah minggu-minggu terakhir, dimana katanya kepala bayi harusnya udah turun siap-siap lahir dan lebih jadi lebih tenang, bayi-chan sih masih aktif banget kapan pun dimana pun. Waktu saya jalan kaki ataupun aerobik, dia juga ikut gerak-gerak. Di jam tidur saya, dia asik-asik main bola di dalam perut. Kasihan juga sih, mungkin dia sudah kesempitan di dalam sana, tapi saya juga ngerasa sakit banget setiap dia bergerak. Perut mencong kanan, mencong kiri, kadang menonjol di bagian tertentu, lucu deh. Mengingat due date tinggal dua minggu, di satu sisi saya sedih karena itu berarti buncit saya ini segera berakhir. Sejak dulu, saya suka banget lihat wanita hamil. Saya pernah ketinggalan bis dan harus tunggu bis 1 jam berikutnya gara-gara terpesona melihat wanita hamil lewat di depan saya. Selama 3 bulan belakangan ini, giliran saya yang jadi tontonan orang karena perut saya besar sekali. Saya pun senang melihat buncit saya di depan cermin, lemak-lemak di perut yang memang sudah ada sebelum hamil semuanya jadi tidak terlihat karena sudah bersatu dengan perut yang membesar, hihihihi, curang ya. Lalu, setelah buncit ini berakhir, artinya saya harus berjuang lagi mengembalikannya ke bentuk semula, means harus diet, tahan makan dan olahraga, ooohh..... malasnyaaa.. Di sisi yang lain, tentu saja saya excited ketemu dengan bayi-chan!! Selama 9 bulan ngobrol, membacakan buku cerita dan menyanyi pada perut, akhirnya bisa ketemu juga dengan si bayi, bayiku, bayi-chan! Lembaran kehidupan yang baru lagi buat saya dan suami, dari berdua sebentar lagi bertiga!

Week 37 Day 0

Hari ini detak jantung bayi-chan dan kontraksi rahim saya direkam dengan alat. Hasilnya baik, dan belum menunjukkan tanda-tanda dekat melahirkan. Bayi-chan sudah 3.159 gr dan berat badan saya turun dari minggu lalu! Yipppiiiiieee!! Nggak yippie juga sih, orang dengan berat yang cuma turun beberapa ratus gram itu, saya sudah 15 kg tambahnya dari berat badan awal. Huwahahahaha.... Niat cuma naik 8 kg sih cuma sekedar niat ternyata, wong sekarang udah dua kali lipatnya!! Hihihihi. Sebodo amat deh ya, kalau tahan-tahan makan, nanti stress.... hihihi excuse melulu.